Cari Blog Ini
Senin, 07 Februari 2011
Minggu, 06 Februari 2011
Sebuah Catatan
Oleh Anwar Sadad
Aku adalah moving force itu.
Akulah changing tide itu.
Biarlah aku dibenci
tapi karyaku dinanti.
Seandainya gunung itu tantangannya,
aku rela simpan semua senyuman ini hingga puncak.
Kau ajak aku menjauh sambil menakutiku dengan duri-duri.
Aku menolak untuk tunduk seraya setia untuk terus mendekat
Bagiku tidak ada yang lebih berat dari lari dan mendustakan tajamnya bebatuan
kemudian menipu diri dengan halusnya jalan yang membawaku menjauh
dari harapan dan cita-cita
Kepalaku memang keras dan aku terus berlatih menjadikannya semakin keras.
Aku hargai semua ide dan pandangan mu tentang wanginya bunga, birunya langit, dan dalamnya lautan.
Tapi aku manusia bebas
memiliki kepala yang keras
aku tatap semua sudut bumi dengan tajam
aku dapat mendengar desiran angin.
Maka jangan kau halangi aku untuk terbang dan menunjukan kebebasanku. Aku tak akan pernah tunduk.
Aku akan bangun lagi esok hari lebih kuat lagi.
Kau yang Rindu Kutemui
Kau yang rindu ku temui
Kau menunggu di sebuah titik waktu.
Tunggu aku sedang berjalan menghampiri mu
dengan susah payah
duri, lumpur, janji, cela, dan gengsi menyatu merintangi aku.
Jangan hawatir
kau kan ku temui di sebuah titik waktu.
Sungguh telah ku cium aroma keringatku memapahmu berjalan.
Bahkan saat ini telah ku rasa lelahnya badan ini menjagamu sejak hari itu.
Tapi aku tak peduli.
Asal engkau tahu.
Aku telah berlatih debus,
kupelajari ilmu tentang lumpur,
aku tunaikan janji-janji sejak hari ini biar tak seorang pun yang datang menagih di hari itu,
aku pelajari banyak trik menebalkan kulit muka ini,
hingga makian dan celaan itu hanyalah nyanyian pengantar tidur.