Coba kita kunjungi laman situs BKKBN dan perhatikan bagaimana mereka
menggambarkan keluarga melalui logo. Gambaran ini mewakili harapan mengenai
keluarga Indonesia yang ideal, yaitu keluarga bahagia.
Kebahagiaan keluarga sering dikatakan relatif. Bagi
yang memegang prinsip lama banyak anak banyak rejeki menyimpan harapan melalui
jumlah. Banyaknya jumlah anak diharapkan menguatkan keluarga karena ada kekuatan
dalam jumlah sebagaimana beberapa lidi yang rapuh akan kuat saat mereka
bergabung. Namun, yang melihat kekuatan itu bukan semata dari jumlah namun juga
dari kualitas mengajukan idealisme baru kebahagiaan keluarga. Mereka mengemukakan
harapan terhadap kekuatan keluarga melalui kualitas yang dibangun pada
masing-masing anggota keluarganya. Dua anak saja akan cukup memberi kontribusi
kepada kekuatan keluarga jika masing-masing anak memiliki kualitas kehidupan
dan pendidikan yang tinggi. Dan mendidik lebih banyak anak tentu akan
memerlukan tenaga dan sumber daya yang lebih besar.
Baik yang menganut jumlah keluarga besar atau keluarga
kecil keduanya percaya bahwa kekuatan keluarga ada dalam keluarga itu sendiri bukan
dari luar. Kekuatan itu adalah kepaduan. Keluarga yang padu adalah keluarga
yang kuat dan kekuatan itu yang sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan
keluarga. Keluarga yang berhasil memenuhi kebutuhannya akan menaikan indeks
kebahagiaan keluarga tersebut. Keluarga yang disintegral, sebaliknya, kehilangan
kekuatan untuk mengupayakan kebahagiaan masing-masing anggota. Maka tidaklah
salah jika dikatakan, “Unity is the power, power provides security, security
creates happiness”.
Life Insurance Penting untuk Menjaga
Kepaduan Keluarga
Dalam setiap keluarga ada pencari nafkah yang
mengupayakan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Secara tradisional umumnya ini
tanggung jawab seorang suami. Di era sekarang sering tanggung jawab ini juga
dibagi dengan istri. Disini kita menggunakan paradigma umum dimana tanggung
jawab nafkah diambil oleh suami.
Suami pergi bekerja atau berbisnis untuk menghasilkan
pendapatan keluarga yang nantinya diserahkan kepada istri untuk dikelola dan
didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kebutuhan ini pada
umumnya dikelompokan ke dalam kebutuhan pokok, kebutuhan kesehatan, kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan dana
pensiun, kebutuhan cicilan rumah, kebutuhan cicilan kendaraan, kebutuhan
investasi, kebutuhan rekreasi, kebutuhan santunan orang tua dan lainnya.
Berlanjut! Teks masih dalam proses editing dan finishing.