Kau yang rindu ku temui
Kau menunggu di sebuah titik waktu.
Tunggu aku sedang berjalan menghampiri mu
dengan susah payah
duri, lumpur, janji, cela, dan gengsi menyatu merintangi aku.
Jangan hawatir
kau kan ku temui di sebuah titik waktu.
Sungguh telah ku cium aroma keringatku memapahmu berjalan.
Bahkan saat ini telah ku rasa lelahnya badan ini menjagamu sejak hari itu.
Tapi aku tak peduli.
Asal engkau tahu.
Aku telah berlatih debus,
kupelajari ilmu tentang lumpur,
aku tunaikan janji-janji sejak hari ini biar tak seorang pun yang datang menagih di hari itu,
aku pelajari banyak trik menebalkan kulit muka ini,
hingga makian dan celaan itu hanyalah nyanyian pengantar tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar