Masih ingat Anda pada aib yang menimpa sekolah-sekolah kedinasan milik pemerintah yang diawali oleh terungkapnya kematian Cliff Muntu di tahun 2007? Baru-baru ini Australia Defense Force Academy (ADFA) juga terkena coreng di muka. Adalah keluhan seorang siswa (cadet) perempuan di akademi tersebut pada media yang mempermalukan Kementrian Pertahanan Australia. Siswa perempuan yang belum genap 19 tahun ini mengaku dia kecewa karena keluhannya tidak ditanggapi dengan serius oleh ADFA.
Menurut pengakuan dia, teman laki-lakinya merekam aktivitas hubungan badan mereka melalui kamera web dan diteruskan ke kamar sebelah tempat enam siswa laki-laki lain menonton. Ini terjadi tanpa sepengetahuan dirinya. Selain itu, menurutnya, gambar-gambar dirinya dari video ini juga diambil dan diedarkan.
Setelah ia mengungkapkan ketidaksenangannya kepada media, siswa perempuan ini mengalami kekerasan verbal dari sesama teman siswa akademi. Dia sering kali dipanggil perempuan murahan atau bahkan pelacur.
Puncak gunung es
Skandal seks yang menimpa gadis belia siswa ADFA baru-baru ini bukan yang pertama. Herald Sun menulis bahwa 3 orang perempuan lain menyuarakan pengalaman tidak menyenangkan di Akademi Angkatan Bersenjata Australia.
Salah seorang dari mereka mengaku bahwa ia dilecehkan pada saat dia jadi siswa tingkat pertama di akademi oleh siswa tingkat tiga pada tahun 1989 sedangkan beberapa orang lainnya menontonya dengan membayar sejumlah uang. Sekarang dia tinggal di Victoria dan memiliki empat anak. Dia masih merasa terancam dan secara berkala mencari namanya di Google hawatir ada video dirinya.
Pelecehan kepada siswa perempuan di ADFA juga dilaporkan oleh perempuan dari Brisbane yang menyampaikan kisah pilu pemerkosaan atas keponakan perempuannya waktu dia masih berusia 19 tahun. Sedangkan pacarnya yang juga siswa disana diancam supaya tidak mengungkap peristiwa ini.
Di tahun 2001 pelecehan seksual juga menimpa siswa perempuan lainnya di kapal HMAS Cerberus. Pelecehan seksual ini terjadi waktu dia masih berusia 17 tahun, waktu itu dia siswa tingkat 1. Dia dilecehkan ketika tidak sadarkan diri dan tidak berbusana. Tindakan ini direkam oleh teman siswa akademinya.
Penanganan yang mengecewakan
Menurut para korban pelecehan seksual di Akademi Angkatan Bersenjata ini keluhan mereka tidak pernah mendapatkan respon yang serius dari pimpinan akademi, bahkan salah satu dari mereka mengaku diminta menerima saja saat melapor. Selain itu, ada tekanan kepada mereka untuk menutupi kisah mereka dari pengetahuan publik. Publik Australia menyayangkan penanganan yang tidak serius terhadap predatory sexual behavior di Akademi Angkatan Bersenjata ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar