Cari Blog Ini

Senin, 13 Oktober 2014

Kelauarga Adalah Tim yang Padu

Coba kita kunjungi laman situs BKKBN dan perhatikan bagaimana mereka menggambarkan keluarga melalui logo. Gambaran ini mewakili harapan mengenai keluarga Indonesia yang ideal, yaitu keluarga bahagia.
Kebahagiaan keluarga sering dikatakan relatif. Bagi yang memegang prinsip lama banyak anak banyak rejeki menyimpan harapan melalui jumlah. Banyaknya jumlah anak diharapkan menguatkan keluarga karena ada kekuatan dalam jumlah sebagaimana beberapa lidi yang rapuh akan kuat saat mereka bergabung. Namun, yang melihat kekuatan itu bukan semata dari jumlah namun juga dari kualitas mengajukan idealisme baru kebahagiaan keluarga. Mereka mengemukakan harapan terhadap kekuatan keluarga melalui kualitas yang dibangun pada masing-masing anggota keluarganya. Dua anak saja akan cukup memberi kontribusi kepada kekuatan keluarga jika masing-masing anak memiliki kualitas kehidupan dan pendidikan yang tinggi. Dan mendidik lebih banyak anak tentu akan memerlukan tenaga dan sumber daya yang lebih besar.
Baik yang menganut jumlah keluarga besar atau keluarga kecil keduanya percaya bahwa kekuatan keluarga ada dalam keluarga itu sendiri bukan dari luar. Kekuatan itu adalah kepaduan. Keluarga yang padu adalah keluarga yang kuat dan kekuatan itu yang sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan keluarga. Keluarga yang berhasil memenuhi kebutuhannya akan menaikan indeks kebahagiaan keluarga tersebut. Keluarga yang disintegral, sebaliknya, kehilangan kekuatan untuk mengupayakan kebahagiaan masing-masing anggota. Maka tidaklah salah jika dikatakan, “Unity is the power, power provides security, security creates happiness”.

Life Insurance Penting untuk Menjaga Kepaduan Keluarga
Dalam setiap keluarga ada pencari nafkah yang mengupayakan pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Secara tradisional umumnya ini tanggung jawab seorang suami. Di era sekarang sering tanggung jawab ini juga dibagi dengan istri. Disini kita menggunakan paradigma umum dimana tanggung jawab nafkah diambil oleh suami.
Suami pergi bekerja atau berbisnis untuk menghasilkan pendapatan keluarga yang nantinya diserahkan kepada istri untuk dikelola dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kebutuhan ini pada umumnya dikelompokan ke dalam kebutuhan pokok, kebutuhan kesehatan,  kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan dana pensiun, kebutuhan cicilan rumah, kebutuhan cicilan kendaraan, kebutuhan investasi, kebutuhan rekreasi, kebutuhan santunan orang tua dan lainnya.
Berlanjut! Teks masih dalam proses editing dan finishing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar